Booming film Transformers turut melambungkan nama Chevrolet Camaro. Jadi
tokoh Bumblebee, mobil berkelir kuning tersebut terlihat begitu ikonik
dan gahar. Sama halnya saat kami mencoba generasi terbaru berlabel
Chevrolet Camaro ZL1 ini. Ada perasaan berdebar yang memacu adrenalin
ketika duduk di jok semi bucket kombinasi kulit dan suede.
Mesin
berkode LSA dengan kapasitas 6.200 cc V8 plus supercharger langsung
menyalak begitu kunci kontak diputar. Mesin ini memang mesin lama alias
bawaan generasi sebelumnya.
Chevrolet tetap mempertahankannya
karena semburan tenaga yang sudah mencapai 580 dk pada 6.000 rpm dan
torsi melimpah hingga 754 Nm. Sangat besar memang, dan pastinya akan
memicu adrenalin Anda.
Raungan mesin cukup jelas masuk ke kabin
saat kami masih memperhatikan berbagai indikator di dasbor. Ada
indikator tekanan oli, temperatur oli, voltase, dan boost supercharger.
Deru
empat lubang knalpot tidak membohongi respons mobil saat pedal gas
diinjak. Terlebih mobil ini menyediakan 5 mode berkendara yang dinamakan
Performance Traction Management (PTM). Menariknya, kelima mode
berkendara dibuat menyesuaikan kondisi jalan. Ada wet condition (Mode
1), dry condition (Mode 2), Sport 1 (Mode 3), Sport 2 (Mode 4), dan Race
(Mode 5).
Mulanya kami memilih opsi dry condition karena cuaca
terik. Di posisi ini terasa betul bagaimana kontrol traksi sangat
membantu mengendalikan lonjakan torsinya yang dahsyat. Ban Goodyear
Eagle F1 ukuran 285/35ZR20 di depan dan 305/35ZR20 di belakang memang
terlihat sangat besar, tapi ia berhasil memberikan daya cengkeram ke
aspal yang baik.
Selanjutnya kami mencoba mode tertinggi Race. Di
posisi ini, komputer langsung mematikan kontrol traksi. Keleluasaan
berkendara menjadi milik kami sepenuhnya, sementara suspensi menjadi
lebih keras di mode ini. Sepanjang nyali Anda cukup, silakan kuras habis
tenaganya.
Empasan tenaga begitu terasa di tubuh ketika pedal
gas diinjak semakin dalam. Setir kian berat seiring transfer tenaga via
transmisi otomatis 6 percepatan ke roda belakang yang terasa semakin
liar. Dukungan paddle shift cukup membantu mendapatkan akselerasi
maksimal.
Chevrolet mengklaim laju 0-100 km/jam bisa tuntas hanya
dalam waktu 3,9 detik saja. Sebagai pengingat laju, mobil mengandalkan
instrument cluster yang berisi jarum dan angka berukuran besar dalam
bingkai kotak yang sederhana. Meski begitu, pengemudi juga diingatkan
dengan adanya head up display (HUD).
Di luar tenaganya, Camaro
ZL1 2014 masih minim perubahan. Tidak ada gebrakan revolusioner di
bodi. Hanya ubahan headlamp yang menyipit mengikuti lengkung kap mesin
yang semakin menyudut. Membuat tampang depan terlihat lebih lebar dan
pendek.
Sama halnya dengan buritan yang berubah di lampu
belakang. Meski ada efek memanjang, kami merasa desain ini masih kalah
‘galak’ dengan generasi sebelumnya yang lebih proporsional. Untung
diffuser dibuat pas dan tidak berlebihan untuk menampung empat lubang
knalpot.
Hal terakhir yang kami anggap aneh ialah mobil ini masih
mempertahankan skema bangku belakang yang sangat sempit. Seharusnya
jok ini ditanggalkan karena merusak kesan macho dari muscle car ini
secara keseluruhan.
Minggu, 26 Februari 2017
New
Chevrolet Camaro
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar